Relokasi Ratusan Makam Terdampak Proyek di Blitar Diselingi Mistis, Ada Tangisan Perempuan dan Tanah Keras

Relokasi Ratusan Makam Terdampak Proyek di Blitar Diselingi Mistis, Ada Tangisan Perempuan dan Tanah Keras
Proses penggalian dan pemindahan makam di Dusun Bambang. (aziz/sejahtera.co)

Dia mengatakan suara tangisan itu tak hanya didengar 1 orang saja, melainkan banyak. Akhirnya juru kunci makam memutuskan untuk menelusuri. Bersama petugas atau pekerja memberanikan diri mencari sumber suara.

Belakangan diketahui suara tangisan lamat-lamat itu berasal dari tanah kosong. Tanah kosong di bawah pohon jati itu tanpa dilengkapi tanda makam atau nisan.

Insting pekerja memutuskan untuk menggali. Proses penggalian membutuhkan tenaga ekstra. Pasalnya dilakukan di petang hari dilanjut malam hari. Akhirnya benar perasaan pekerja. Di lahan kosong tanpa nisan ditemukan jenazah.

Read More

Baca Juga :Tasyakuran Kemenangan Pilwali Kota Kediri Dikemas dalam Pesta Rakyat, Gus Qowim: Ajak Masyarakat Bersatu

Meski sudah dimakan usia, jenazah pun dipindahkan ke kompleks makam anyar yang berjarak 100 meter. “Akhirnya pulangnya pun malam hari. Padahal sore biasanya sudah selesai,” katanya.

Tak hanya suara tangisan, ada pula penuturan sejumlah pekerja yang kadang mendapati hal mistis. Seperti tanah yang digali. Ada yang penggaliannya cepat ada pula yang memakan waktu yang lama. Padahal, kompleks pemakaman tanahnya relatif lunak atau gembur.

Sementara itu berdasarkan cerita warga sekitar, kompleks makam yang direlokasi itu juga digunakan untuk memakamkan jenazah misterius. Di antaranya korban pembunuhan, kecelakaan hingga mayat tanpa identitas.

Baca Juga :Taman Rekreasi Selecta Kota Batu Sediakan Wahana Dino Ranch

Meski begitu, pekerja tetap profesional dengan menggali dan memindahkan ke makam anyar. Dari total 486 makam, sebanyak 140 belum diketahui identitasnya dan tanpa diketahui ahli waris. Petugas mulai memindahkan jenazah seperti biasanya.

Seperti diketahui, kompleks makam di Dusun Bambang, Desa Siraman, Kecamatan Kesamben direlokasi. Makam yang berada di pinggir jalan itu terdampak proyek strategis nasional pembangunan flyover atau jalan layang yang menghubungkan Malang dengan Blitar.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *