“Sebelum parah kita antisipasi, kita adakan talud semampu kita. Habis itu kita kasih samsak, tapi dengan adanya volume hujan yang tinggi, terjadi longsor lagi, akhirnya jembatan itu tidak berfungsi,” tambahnya.
Baca Juga :Untuk Masyarakat Ponorogo, Mulai Hari ini Harga LPG 3 Kg Naik
Sumono mengakui, akses jalan tersebut setiap harinya dilintasi anak sekolah. Tak hanya itu juga menjadi akses bagi warga untuk melakukan kegiatan ekonomi maupun bekerja. Pun, warga kedua desa harus memutar lebih jauh jika ingin pergi ke desa seberang.
“Biasanya yang lewat situ ya anak sekolah, pedagang obrok dan lainnya. Ya harus memutar jauh sekitar 5-6 kilometer,” terangnya.
Baca Juga :Daging Sapi Terpapar PMK Aman Dikonsumsi, ini Syaratnya
Dirinya pun berharap agar pemerintah bisa segera memperbaiki jalan poros tersebut karena aksesnya sangat dibutuhkan untuk warga kedua desa. Ditambah banyak anak anak sekolah yang melintasi jalan tersebut.
“Ya semoga bisa segera diperbaiki, kasihan kalau harus memutar jauh,” pungkasnya.



















