“Karena UMK itu mayoritas perdagangan yang tergolong kecil dibawah Rp5 miliar seperti kafe atau produk lokal,” urainya.
Baca Juga:Produksi Benih Ikan Lele Tahun 2024 di Kabupaten Kediri Capai 13 Miliar Lebih
Dijelaskan, naiknya capaian investasi tersebut tak terlepas dari pembangunan dan kemajuan Kabupaten Ponorogo. Seperti halnya kawasan wisata maupun perkotaan, sehingga para pemodal tidak ragu untuk berinvestasi di Bumi Reyog.
“Memang bisa kita lihat saat ini banyak brand brand besar masuk ke Ponorogo, kita juga berperan aktif berkomunikasi dengan para investor,” tegasnya.
Disinggung soal target tahun ini, Etik mengatakan jika target yang dibebankan yakni Rp200 miliar. Kendati demikian pihaknya optimis target tersebut bisa tercapai melihat iklim investasi di Ponorogo terus mengalami kenaikan.
“Kita optimis tercapai, karena melihat kondisi saat ini Ponorogo yang sudah banyak dilirik para investor,” pungkasnya.



















