Baca Juga :BPBD Jombang Imbau Warga Lereng Gunung Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Tanah Longsor
Menurut Dinkes, ibu dan anak tersebut terakhir menjalani pengobatan di RSJ pada Kamis (28/11/2024). Usai pulang, Rusemi sempat mengajukan bantuan berupa gerobak untuk mencari rosok dan bahkan dibantu Pemdes dengan dibuatkan rumah.
“Rusemi minta gerobak untuk mencari rosok dan sudah dikabulkan. Bahkan Pemdes Picisan memberikan bantuan rumah untuk keduanya,” ungkapnya.
Namun, keduanya memilih kabur usai tinggal beberapa hari di rumah itu. Sejak saat itu, keduanya sempat tidak diketahui keberadaannya hingga akhirnya ditemukan kembali di wilayah Kelurahan Kutoanyar, Kabupaten Tulungagung.
Baca Juga :Waspada… Sebaran PMK Meluas di Seluruh Wilayah Kecamatan di Kabupaten Kediri
Menurut Heru, Rusemi mengalami gangguan skizofrenia, sedangkan anaknya Aura mengalami Autisme serta retardasi mental atau keterbelakangan mental. Pemkab Tulungagung sedang memikirkan langkah setelah keduanya pulang dari RSJ Lawang.
“Dibawa ke RSJ Lawang itu untuk jangka pendek pengobatannya. Kalau untuk dua minggu mendatang kita masih pikirkan itu, ada pendampingan pengobatan dari bidan desa,” pungkasnya.



















