Menurut Reza Liem, Ketua Kelenteng Boo Hway Bio, tradisi ini adalah bentuk penghormatan kepada para dewa sekaligus upaya melestarikan budaya setempat.
“Tradisi Kimsin adalah bentuk penyucian dan penghormatan kepada dewa-dewa menjelang Imlek. Semua patung, termasuk Eyang Djugo, dibersihkan dengan penuh khidmat agar tahun baru membawa keberkahan,” ujar Reza.
Tradisi serupa juga dilaksanakan di Kelenteng Hong San Kiong di Gudo, Jombang, yang dikenal sebagai salah satu kelenteng tertua di wilayah tersebut. Menariknya, banyak relawan dari umat Muslim turut membantu pelaksanaan kegiatan ini, menunjukkan kebersamaan dan toleransi antarumat beragama.
Selain membersihkan patung, kelenteng juga dihias dengan ornamen khas Imlek seperti lampu lampion, yang menambah semarak suasana. Tradisi bersih-bersih patung dewa di Jombang ini menjadi simbol keberagaman dan harmoni yang mencerminkan nilai-nilai toleransi di kota santri



















