Polisi pun bergerak cepat. Berbekal ciri-ciri pelaku mulai warna helm, pakaian atau hodie, hingga pelat nomor kendaraan langsung bergerak. Tak lama kemudian, polisi berhasil meringkus dan membawa ke kantor polisi untuk penyelidikan lebih lanjut.
Nah, dari situlah diketahui ternyata aksi begal payudara itu tak hanya sekali, tetapi berulangkali. Diduga sudah belasan kali dengan berbagai tempat kejadian perkara.
Modusnya sama, terlebih dahulu mengintai ketika jam-jam keluar siswa Perempuan. Ketika sudah ada mangsa, langsung beraksi dengan mengendarai motor. Tangan kirinya pun meremas payudara dan langsung tancap gas.
Tiga korban yang sudah melapor itu menjadi korban pada waktu dan lokasi berbeda. Di antaranya pada 17 Januari pukul 12.30 di depan salah satu sekolah menengah pertama di Blitar.
Baca Juga :Dongkrak PAD, Dua Pasar di Tulungagung Membutuhkan Revitalisasi
Aksi dilakukan lagi pada Selasa 21 Januari pukul 15.41 di timur asrama Pendidikan agama di Kecamatan Wonodadi, 21 Januari pukul 16.00 di jalan raya depan salah satu tempat pendidikan agama di Kecamatan Wonodadi. Para korbannya adalah para pelajar putri berasal dari luar kota.
Di hadapan polisi, tersangka mengakui perbuatan cabulnya. Nekat untuk meremas bagian dada perempuan karena untuk kepuasan sendiri alias melampiaskan hasrat sendiri.
Tersangka juga mengakui korbannya banyak di sejumlah lokasi kejadian. Tetapi sampai saat ini baru tiga korban yang berani melapor. “Pengakuan tersangka korbannya juga banyak. Ini masih kami kembangkan,” katanya.



















