“Kita setiap hari melakukan kegiatan gaktur di lapangan, termasuk di sekolah sekolah untuk para pelajar,” tambahnya.
Selain itu, berdasarkan data di Satlantas pada Operasi Keselamatan Semeru 2025, ada 17 kejadian laka lantas. Dari jumlah itu, ada satu korban meninggal dunia, 27 orang mengalami luka ringan, dengan kerugian materi sekitar Rp18 juta.
Baca Juga :Belum Bebas Pasung, Dinkes Ponorogo Sebut Masih Ada Dua ODGJ yang Alami Repasung
Sedangkan pada Operasi Keselamatan Semeru tahun lalu, tercatat ada 20 kejadian laka lantas mengakibatkan satu korban meninggal dunia, serta 31 korban luka ringan. Adapun kerugian materi mencapai sekitar Rp21 juta.
“Meski ada satu korban meninggal, kita berhasil menekan angka korban luka luka akibat kecelakaan dan kerugian yang ditimbulkan,” tandasnya.



















