Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Cincau menjadi salah satu minuman saat berbuka puasa Ramadan. Selain menyegarkan minuman tradisional juga memiliki sejumlah khasiat seperti menghilangkan panas dalam serta memperlancar pencernaan.
Salah satu produsen cincau hijau di Kabupaten Ponorogo, Winaryo (48) mengungkapkan jika pada Ramadan tahun ini permintaan cincau hijau mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan hari biasa.
Jika sebelumnya, ia hanya memproduksi sekitar 10 hingga 50 kemasan per hari. Namun, memasuki Ramadan, jumlah produksi cincau melonjak hingga 500 kilogram per hari. Pesanan tidak hanya datang dari Ponorogo, tetapi juga dari Madiun, Solo, hingga Jombang.
Baca Juga :Kapolres Jombang dan Forkopimda Makan Sahur Bersama Masyarakat
“Alhamdulillah, setiap Ramadan pesanan selalu meningkat. Tahun ini bahkan lebih ramai, ada yang pesan dari Solo, Madiun, dan Jombang,” ujar Winaryo saat ditemui di rumah produksinya, yang berada di Desa Serangan, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Senin (9/3/2025).
Cincau hijau buatan Winaryo dikenal karena proses pembuatannya yang alami tanpa bahan pengawet. Daun cincau segar yang dipetik langsung dari kebun dicuci bersih, lalu direndam sebentar dalam air panas sebelum didinginkan.
Setelah itu, daun diperas hingga menghasilkan cairan hijau khas cincau yang kemudian disaring dan dikemas untuk dijual.



















