Setelah menerima laporan itu, ungkap Nanang, petugas Polsek Boyolangu bersama Tim Inafis Polres Tulungagung dan petugas medis RSUD dr. Iskak segera menuju ke TKP. Petugas kemudian melakukan evakuasi terhadap korban untuk dilakukan pemeriksaan fisik untuk mencaritahu penyebab kematian korban.
Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik luar terhadap korban, petugas tidak mendapati adanya sesuatu yang janggal yang mengarah pada tindak pidana pembunuhan. Namun hal yang janggal justru ditemukan pada sekitar TKP yang kemungkinan mengindikasikan penyebab korban tenggelam di saluran irigasi itu.
Baca Juga :Cek Berat Minyakita, Tim Gabungan Kabupaten Blitar Pastikan Sesuai Takaran
“Kondisi fisik korban tidak menunjukkan adanya tanda-tanda yang janggal yang mengarah pada kekerasan atau apapun,” ungkapnya.
Sesuai hasil olah TKP, Nanang menyebut, terdapat goresan pada aspal yang mengindikasikan adanya peristiwa kecelakaan pada TKP dekat ditemukannya korban. Namun sesuai keterangan warga, pada Selasa (11/3/2025) sekitar pukul 19.00 WIB, korban sempat terlihat memakai pakaian serba gelap.
Pada saat itu, diketahui korban berjalan ke arah TKP, dimana sekitar pukul 19.30 WIB, warga mendengar adanya suara kecelakaan di sekitar TKP. Namun saat warga datang ke TKP, mereka tidak mendapati adanya kejadian kecelakaan, hingga pagi harinya korban baru ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Baca Juga :Polres Malang Tindak 15 Pelaku Balap Liar di Dampit, Sepeda Motor Diamankan hingga Lebaran
“Korban ini diduga merupakan gelandangan yang kerap meminta-minta di rumah warga setempat. Warga juga tidak ada yang tahu identitasnya, korban pun tidak membawa identitas. Kami menghimbau jika anggota keluarganya yang hilang segera melapor,” pungkasnya.



















