“Alasannya beragam, ada yang dipulangkan lebih awal karena jam kosong atau tidak ada pembelajaran. Ada yang alasan karena ada kegiatan pondoo ramadhan. Tetapi saat kami cek ke masing-masing sekolah, ternyata mereka belum dipulangkan,” ungkapnya.
Atas temuan ini, jelas Agung, pihaknya kemudian melakukan pembinaan terhadap puluhan pelajar itu agar tidak mengulangi perbuatannya dan demi meningkatkan kedisiplinannya dalam belajar di sekolah.
Baca Juga :Jembatan Junjung di Tulungagung Batal Diperbaiki Tahun ini, Ternyata ini Penyebabnya
Kemudian, pihaknya juga melakukan pendataan terhadap puluhan pelajar yang terjaring razia gabungan tadi.
Terkait pemberian sanksi, pihaknya menyerahkan sepenuhnya hal itu kepada masing-masing sekolah tempat siswa itu belajar, dimana puluhan siswa yang terjaring ini dikembalikan ke sekolah.
Dengan begitu, pihaknya berharap hal ini akan memberikan efek jera, agar para siswa semakin disiplin dalam belajar.
“Kegiatan serupa akan kami lakukan secara berkala, selain agar para pelajar di Tulungagung disiplin dalam belajar di sekolah, tetapi juga agar mereka menghormati dan menjalankan puasa di bulan ramadhan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kabid SMP, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tulungagung, Agus Sugianto membenarkan jika masyarakat resah atas adanya pelajar yang asik ngopi pada saat jam pelajaran dengan memakai seragam.
Baca Juga :Jual Bubuk Mercon dan Petasan, Pemuda di Tulungagung Diringkus Polisi
Pada razia ini, setidaknya terdapat pelajar dari lima lembaga sekolah ternama yang terjaring razia.
Sesuai jadwalnya, hari ini masih masuk proses aktivitas pembelajaran, dimana proses pembelajaran itu terakhir dilakukan pada Kamis (20/3/2025) besok.
Saat ini sebagian lembaga pendidikan masih menggelar ujian maupun pondok ramadan, yang berarti proses pembelajaran memang belum berakhir.
“Kalau libur belum ya, besok baru mulai libur, hari ini seharusnya masih ada sebagian yang ujian dan sebagian yang pondok ramadhan. Penindakan kami serahkan ke pihak sekolah, kami hanya membuatkan surat teguran,” kata Agus Sugianto.



















