“Personel, kendaraan operasional, serta peralatan pendukung sudah 100 persen siap digunakan. Petugas akan mulai menempati pos masing-masing mulai besuk malam,” ujar AKBP Siswantoro.
Selain pengamanan jalur mudik, Polres Nganjuk juga akan melakukan monitoring terhadap ketersediaan bahan pokok dan BBM, serta memastikan distribusinya berjalan lancar untuk mencegah lonjakan harga dan penimbunan.
Penerapan rekayasa lalu lintas seperti ganjil-genap, contra flow, dan one way system juga akan diberlakukan sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Dengan sinergi semua pihak, diharapkan pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2025 dapat berjalan lancar sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Baca Juga :Kuota Penuh, Bulog Tolak Beli Gabah Hasil Panen Petani di Nganjuk, Ketua AKD Desak DPRD
Sedangkan sarana dan prasarana pendukung operasi, lanjut AKBP Siswantoro, kendaraan dinas Polres Nganjuk roda dua sebanyak 55 unit, roda empat 30 unit, serta 2 unit truk dan 2 unit bus.
“Ditambah ambulan dari Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk sebanyak 8 unit, satu mobil derek, dan satu mobil pemadam kebakaran,” papar Kapolres Nganjuk.
Sebagai tanda dimulainya Operasi Ketupat Semeru 2025, Kapolres Nganjuk AKBP Siswantoro berkenan menyematkan pita biru di pundak anggota Satlantas Polres Nganjuk, Dishubkominfo, dan Sub Den Pom 0810/Nganjuk.
Dengan disematkannya pita biru secara simbolis ini, berarti operasi segera dimulai terhitung tanggal 23 Maret 2025 hingga 8 April 2025.



















