“Memang sedimennya sudah sangat tinggi ini kita normalisasi, lalu yang di Ronowijayan kita buatkan sudetan drainase agar air tidak meluap,” imbuhnya.
Lebih lanjut, anggaran sebesar, Rp4,4 miliar dikeluarkan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo untuk dua proyek pengendalian banjir tersebut.
Baca Juga :Faktor Ekonomi dan Pengaruh Pornografi di Gadget jadi Pemicu Kekerasan pada Perempuan dan Anak
Pun, diharapkan setelah proyek tersebut selesai warga Kelurahan Ronowijayan dan Tonatan tidak harus kebanjiran.
“Ya ini memang proyek jangka pendek agar masyarakat sekitar sini tidak lagi kebanjiran. Kalau proyek jangka panjang nanti kita lakukan penghijauan dan pengembalian fungsi hutan,” pungkas bupati dua periode tersebut.


















