Melihat kejadian tersebut, saksi Satriyo dengan cepat mencabut stop kontak yang menjadi sumber aliran listrik pada mixer pengeras suara di sekitar area wudhu. “Setelah aliran listrik terputus, saksi melihat korban terjatuh ke dalam kubangan air wudhu, “ lanjutnya.
Saksi kemudian berteriak meminta pertolongan, dan tak lama kemudian para ustad datang untuk membantu korban. Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Muhammadiyah Kalikapas Lamongan.
“Sayangnya, setelah dilakukan pemeriksaan di Unit Gawat Darurat (UGD), dokter menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia. Hasil pemeriksaan tim medis, korban mengalami luka melepuh di 3 jari tanggan kanan,” ungkapnya.
Baca Juga :Selama 28 Hari, Pelaksanaan Pasar Takjil Savana Tulungagung Hasilkan Omzet Rp1,1 Miliar
Atas kejadian tersebut, lanjut AKP Anang , pihaknya saat ini tengah masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebocoran arus listrik yang merenggut nyawa santri tersebut.
“Berdasarkan keterangan dari keluarga korban almarhum adalah masih pelajar Ponpes AL Futuh. Dan almarhum tidak memiliki riwayat sakit,” pungkasnya.



















