Padahal secara teknis, para pedagang takjil yang berjualan di Pasar Takjil Savana Tulungagung itu hanya diberi waktu selama tiga jam saja untuk berjualan, mulai pukul 15.00 WIB sampai dengan pukul 18.00 WIB.
Adanya pasar takjil tersebut tentunya cukup membantu para pelaku UMKM di Tulungagung.
“Kegiatan itu juga menyumbang retribusi ke daerah, sebagai contoh setiap pedagang diminta membayar Rp8000 untuk pengangkutan sampah, sehingga selama 28 hari retribusinya mencapai Rp22,4 juta. Belum lagi retribusi parkir pengunjung,” ungkapnya.
Meski begitu, Aziz menyebut, pelaksanaan Pasar Takjil Savana Tulungagung kemarin tentunya belum sempurna, sehingga perlu dilakukan evaluasi seperti masih adanya pedagang yang tidak buka sesuai jadwal.
Selain itu, penataan tempat parkir pengunjung harus ditata lebih baik lagi agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
Baca Juga :Pemkab Tulungagung Lepas Ribuan CJH, Sebanyak 27 di Antaranya Berstatus PNS
Menurut Aziz, pihaknya berencana untuk menggelar pasar takjil Savana Tulungagung lagi pada bulan ramadhan tahun 2026 mendatang jika disetujui oleh pemerintah.
Rencananya, pihaknya juga akan menambah jumlah pedagang pada pasar takjil tersebut sesuai dengan lahan yang tersedia nantinya.
“Tahun depan kami ajukan lagi ke Pemkab Tulungagung, jika disetujui, lokasinya akan sama yakni di jalan W.R Supratman. Kami juga berencana untuk menambah jumlah pedagangnya,” pungkasnya.



















