Kediri, SEJAHTERA.CO – Kinerja APBN di wilayah KPPN Kediri tercatat mengalami kontraksi baik dari sisi belanja maupun dari sisi pendapatan.
Berdasarkan realisasi hingga 31 Maret 2025, penerimaan tumbuh negatif 9,58 persen sedangkan sektor belanja minus 0,07 persen secara tahun ke tahun dibandingkan tahun kemarin.
Meski demikian, KPPN Kediri melaporkan bahwa penyaluran Transfer ke Daerah tumbuh positif sebesar 11,57 persen.
Melihat situasi yang terjadi saat ini, perlu adanya tindakan konkrit agar kinerja APBN di wilayah Kediri Raya tidak terus mengalami kontraksi.
“Perlu langkah – langkah agar kontraksi tidak semakin dalam,” ujar Moch. Izma Nur Choironi Kepala KPPN Kediri, Selasa (29/4).
Secara angka, pendapatan di triwulan pertama 2025 ini sebesar Rp6.342,46 miliar yang berasal dari sektor perpajakan dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
Sektor perpajakan menyumbang Rp6.230,17 miliar dan PNBP sebesar Rp112,2 miliar.
Melihat lebih rinci lagi, sektor perpajakan sebagian besar masih disokong oleh cukai yang mencapai Rp6.000,7 miliar dan sisanya berasal dari pajak penghasilan migas maupun non migas, pajak pertambahan nilai, pajak bumi dan bangunan, serta pajak lainnya.



















