Mereka yang dirawat di rumah sakit karena kondisinya parah. Sementara sisanya hanya menjalani rawat jalan usai kondisinya membaik.
Ponidi menambahkan, setiap tahun di dusunnya memang ada giat Posyandu Lansia. Di setiap agenda, selalu menyediakan minuman kacang hijau, dan selalu dibuat oleh lima orang yang sama.
Baca Juga :Tim Futsal Putra Lamongan Amankan Tiket Porprov Jatim isai Bantai Ngawi
Bahannya dibeli, tetapi pengolahannya dilakukan sendiri seperti biasa. “Peristiwa ini, baru kali ini terjadi,” katanya.
Dia menjelaskan lagi, mereka yang harus mengeluh pusing dan mual itu selain lansia ada pula ibu hamil. Gejala yang dialami meliputi mual, muntah, dan diare.
Korban dengan diare parah masih mendapatkan perawatan di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. “Kami selaku perangkat desa tidak menyangka kejadian ini bisa terjadi. Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya ,” jelasnya.
Kasus dugaan keracunan itu pun kini ditangani pihak terkait. Pemkab Blitar melalui dinas Kesehatan juga sudah turun untuk meneliti penyebab dugaan keracunan.
Sementara aparat juga sudah turun untuk mengumpulkan keterangan dan mengambil sampel minuman untuk diuji lebih lanjut.
Kepala Seksi Humas Polres Blitar Ipda Putut Siswahyudi mengatakan, hingga berita ini diturunkan, ada 22 yang harus menjalani rawat inap. Ini karena kondisinya membutuhkan penanganan serius.
Di Puskesmas Boro, Selorejo ada 7 lansia yang dirawat. Di antaranya Juwarti (58), Karyono (74), Jartin (78), Mistin (63), Painah (65), Tukiyem (58), Misilah (77). Mereka semua adalah warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Selorejo.
Di Klinik Pelita Husada di Desa Selorejo ada enam lansia dirawat inap. Di antaranya Dwi Sih Andari (53), Sunarti, Bambang Sunantri (48) Sutami (67), Muji Rahayu.
Baca Juga :Charity Match di Kanjuruhan, Kapolres Malang: Ini Simulasi dan Titik Balik Kebangkitan Sepakbola
“Selain itu ada yang dirawat di RSUD Ngudi Waluyo. Ada pula yang rawat jalan. Sebagian besar rawat jalan, karena kondisinya membaik,” jelasnya.



















