Tetapi baru mencuat beberapa bulan ini. “Sesuai petunjuk beliau (kapolres,red) kami akan bertindak professional,” jelasnya.
Seperti diketahui, Polres Blitar kini tengah menjadi sorotan. Ini menyusul adanya ulah oknum istri anggota polisinya yang dilaporkan gara-gara kasus arisan online.
Tak tanggung-tanggung, nilai kerugian bisnis itu tembus hingga Rp 400 juta. Bahkan, diperkirakan bertambah lagi. Kasus arisan itu berawal ketika istri anggota polisi menjalankan bisnis dengan menjadi operator.
Awalnya pada arisan pertama dan kedua tak ada masalah. Semua anggota pernah merasakan mothel atau mendapat giliran arisan. Tetapi pada arisan ketiga, yakni pada putaran ke 40 hingga 60 barulah petaka terjadi. Arisan menjadi macet.
Baca Juga :Inilah Fungsi Paranet Perangkap Hama Musim Pancaroba di Kediri
Permasalahannya ada yang mothel mendapat uangnya, ada pula yang mothel tetapi tidak penuh uangnya. Nah, ada pula yang mothel tetapi tidak mendapatkan uangnya.
Arisan online pada putaran ketiga ada setidaknya 240 akun atau slot yang ikut. Arisan itu dijuluki Jumat Baru karena memang diputar dipothel pada Jumat atau seminggu sekali.
Sementara arisan dilakukan dengan cara membuat grup Whatsapp. Di gruup itulah nantinya bakal diumumkan anggota termasuk yang mothel.
Untuk satu kali akun atau 1 slot membayar Rp 100 ribu. Total 240 akun, berarti dalam satu kali putaran atau pothel uangnya Rp 24 juta. Nah, yang mothel ini seharusnya mendapatkan uang penuh dan tidak ada kata telat.
Baca Juga :Desa Percontohan Program Pekarangan Pangan Bergizi di Mojotrisno Dikunjungi Kapolres Jombang
Tetapi ternyata ada yang dibayar setengah, bahkan ada yang mothel tetapi tidak ada uangnya. Akhirnya bermasalah.



















