Selain itu, karena sampah-sampah itu berasal dari Niyama dikelola oleh Perum Jasa Tirta (PJT), maka proses pengangkutan sampah tersebut juga dibantu badan usaha milik negara tersebut. Dengan begitu, pihak Pokdarwis masing-masing pantai hanya tinggal melakukan pembersihan secara rutin.
“Dari awal pihak PJT memang sudah berkomitmen untuk membantu proses pembersihan dengan cara mengangkut sampah-sampah tersebut,” ungkapnya.
Baca Juga :Dokter Wanita Praktik dengan Tarif Seikhlasnya, Pasien Bisa Ganti dengan Hasil Kebun atau Doa
Yudha menjelaskan, kondisi serupa tidak hanya terjadi kali ini, melainkan selalu terjadi setiap tahunnya ketika hujan deras dengan intensitas tinggi. Pasalnya, luapan air sungai dari berbagai wilayah di Tulungagung dan Trenggalek yang bermuara di Sungai Niyama selalu membawa material sampah.
Menurut Yudha, PJT sebenarnya sudah menyiapkan alat berat untuk mengangkut sampah-sampah sebelum melewati terowongan Niyama. Hanya saja dikarenakan imbas hujan deras yang menyebabkan debit air sungai sangat tinggi, serta banyaknya material sampah, terkadang terdapat sampah yang terlewat.
Maka dari itu kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai agar kawasan wisata pantai kita tidak dipenuhi sampah,” pungkasnya.



















