Jombang, SEJAHTERA.CO – Bupati Jombang, Warsubi, bersama Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Jombang menggelar pertemuan khusus dengan Pengasuh sekaligus Pendiri Pondok Pesantren Shiddiqiyyah, Kiai Moch. Muchtar Mu’thi, di Ploso, Kamis (22/5/2025) malam.
Baca Juga :Diduga Pengeroyokan Melibatkan Dua Pemuda asal Sukodadi Lamongan
Pertemuan tersebut menjadi titik penting dalam upaya mendalami dan memperkuat kajian sejarah terkait tempat kelahiran Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.
Dalam kesempatan itu, Bupati Warsubi menyampaikan, telah menerima sejumlah penjelasan dan data sejarah yang mendukung klaim bahwa Bung Karno lahir di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang.
“Alhamdulillah, kami tadi berdiskusi langsung dengan Mbah Kiai Moch. Muchtar Mu’thi. Beliau menjelaskan bahwa Bung Karno lahir di titik Rejoagung, Ploso. Dari data-data dan temuan sejarah yang ada, kita akan fasilitasi agar bisa dipertemukan dengan pihak Surabaya dan Yayasan Bung Karno di Jakarta,” ujar Bupati dalam keterangan yang diterima wartawan, Jumat (23/5/2025).
Bupati menegaskan pentingnya menghormati posisi Surabaya yang secara administratif telah lebih dahulu menetapkan tempat kelahiran Bung Karno. Karena itu, ia mendorong adanya pertemuan antar ahli sejarah dari kedua daerah yang difasilitasi oleh Yayasan Bung Karno.
Baca Juga :Harga Sapi dan Kambing di PHT Tulungagung Alami Kenaikan Jelang Idul Adha
Di tempat yang sama Ketua TACB Kabupaten Jombang, Nasrul Illah, mendukung langkah pertemuan tersebut. Ia menilai, upaya menemukan titik temu sejarah bukanlah ajang pembuktian sepihak, melainkan forum ilmiah yang harus didasari pada akal sehat dan argumentasi yang valid.
“Semua pihak harus dipertemukan, bukan untuk berdebat, tapi menyampaikan argumentasi dan bukti. Nantinya, para ahli akan menilai dan keluarga Bung Karno juga harus dilibatkan, karena restu mereka sangat penting,” ujar Nasrul.



















