Jika dilihat dari latar pendidikan, merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) mayoritas PMI Ponorogo lulusan SD dan SMP. Mereka lebih banyak bekerja di sektor informal seperti asisten rumah tangga (ART), sektor pertanian, serta pekerja pabrik.
“Negara tujuan masih didominasi Taiwan dan Hongkong. Kalau Jepang serta Korea ada tapi tidak sebanyak taiwan dan Hongkong karena memang standar bekerja disana cukup tinggi bahkan ada juga yang sarjana,” tegasnya.
Sebagai penyumbang tertinggi PMI di Jawa Timur, Suko mengatakan ada pengawasan ketat sebelum PMI tersebut diberangkatkan. Pra pemberangkatan misalnya, Disnaker wanti-wanti keamanan dan kenyamanan. Termasuk mendatangkan Polres setempat memastikan nihil PMI ilegal.
Baca Juga :SK Diserahkan Mbak Wabup Dewi, dari Mekah Mas Bup Dhito Sampaikan Selamat untuk CPNS dan PPPK
“Kami terus mengawasi kompetensi setiap PMI yang berangkat, uji kompetensi kami ketat,” pungkas Suko.



















