Namun, sebelum proyek perbaikan jembatan tersebut dimulai, Jembatan Brenggolo sudah lebih dulu ambles, Rabu (13/5/2025) kemarin. Karena kerusakan itu, pihaknya masih harus menghitung ulang terkait berapa total anggaran yang dibutuhkan.
“Awalnya memang lokasi itu sudah ambles sedikit tidak sampai memakan jalan. Kemudian pada tahun 2024 sudah kami anggarkan untuk perbaikan di tahun 2025. Tetapi tahun ini lokasi itu kembali ambles lebih besar, sehingga kami harus hitung ulang,” ungkapnya.
Sesuai hasil survei, pihaknya memperkirakan jika perbaikan atas kerusakan pada Jembatan Brenggolo itu setidaknya memerlukan anggaran senilai Rp 600 juta. PUPR tentu kekurangan dana untuk melakukan perbaikan terhadap Jembatan Brenggolo yang sudah diploting tahun ini.
Untuk kekurangan anggaran perbaikan Jembatan Brenggolo, dia masih harus menunggu PAK APBD 2025 atau bisa melalui BTT dari BPBD Tulungagung. Hari memastikan, meski kekurangan anggaran, proses perbaikan Jembatan Brenggolo dilakukan tahun ini.
“Nanti untuk kekurangan anggarannya bisa menunggu sampai PAK atau kami koordinasikan dengan BPBD apakah bisa menggunakan BTT atau tidak, yang jelas tahun ini dikerjakan karena sudah diploting sejak tahun kemarin,” pungkasnya.



















