Dalam keterangannya, AKBP Agus Dwi Suryanto membenarkan bahwa puluhan pemuda beserta sepeda motor mereka telah diamankan di Mapolres Lamongan.
“Peserta konvoi yang tertangkap kami amankan di Mapolres Lamongan. Motor mereka juga kami sita karena menggunakan knalpot brong serta menutupi pelat nomor agar tidak terbaca,” ujar Kapolres AKBP Agus Dwi Suryanto.
Lebih lanjut, Kapolres Lamongan mengungkapkan bahwa meskipun para pemuda ini tidak mengenakan atribut khusus, mereka diduga kuat merupakan rekan korban kasus pembacokan.
Mereka diduga hendak mendatangi Mapolres Lamongan untuk menuntut keadilan atas kematian NFD
AKBP Agus Dwi Suryanto menegaskan bahwa pihak kepolisian telah bertindak cepat dalam menangani kasus pembacokan ini.
“Kami sudah menangkap dua orang yang diduga sebagai pelaku utama. Serahkan proses hukumnya kepada kami,” tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya tawuran antar-kelompok pemuda kembali merenggut korban jiwa di wilayah Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan.
Baca Juga :SKKH Bisa Didapat Gratis di Kantor DKPP Kabupaten Kediri
Insiden yang terjadi pada Sabtu dini hari, (31/5/2025) ini menyebabkan seorang pelajar berusia 15 tahun meninggal dunia di lokasi kejadian akibat sabetan senjata tajam jenis celurit.
Korban tewas diketahui berinisial NFD (15), seorang pelajar warga Desa Sumengko, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan.



















