“Ini bukan sekadar acara budaya, tapi bagaimana Pancasila bisa menjadi roh pemersatu bangsa,” tegasnya.
Acara yang baru pertama kali digelar tersebut, rencananya bakal kembali digelar di tahun mendatang dan akan ditetapkan sebagai kalender event Kabupaten Ponorogo.
“Kami ingin menjadikannya bagian dari calendar of event tahunan. Karena nilai-nilai Pancasila harus terus dihidupkan dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat,” imbuhnya.
Salah satu warga, Bintang menambahkan jika dirinya sengaja datang untuk melihat 21 gunungan yang diarak. Pun, dirinya juga ikut berebut hasil bumi dalam kegiatan tersebut.
“Dapat terong, jagung, semua dari hasil bumi. Tadi sama anak anak terus dapat ini, Alhamdulillah supaya dapat berkah dari hasil bumi,” ujarnya sambil tersenyum.



















