“Baru kali ini sapi ditempat saya dibeli oleh pemerintah. Mudah-mudahan sapi yang dibeli ini bisa bermanfaat untuk masyarakat, mengingat tujuannya untuk dijadikan qurban nanti,” pungkasnya.
Sementara itu, Kabid Kesehatan Hewan (Keswan), Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Tulungagung, drh. Tutus Sumaryani mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan tahap akhir kepada sapi tersebut. Sesuai hasil pemeriksaan, diketahui jika sapi tersebut dinyatakan sehat.
Diketahui, sapi tersebut awalnya memiliki berat 1,45 ton dengan lingkar dada 236 centimeter, tinggi badan 149 centimeter dan panjang badan 171 centimeter. Dimana sapi tersebut sudah memenuhi kriteria yang ditetapkan sesuai petunjuk teknis oleh Presiden, dimana sapi harus sehat berat badan minimal 800 kilogram.
“Sapi ini awalnya memiliki berat badan 1,45 ton, dan sekarang sudah naik 5 ton menjadi 1,50 ton. Sedangkan kriteria awal yang ditetapkan, sapi harus memiliki berat minimal 800 kilogram,” kata drh. Turus Sumaryani.
Dengan berat itu, ungkap Tutus, pihaknya memperkirakan jika sebanyak 60 persen dari total berat sapi tersebut nantinya bisa dimanfaatkan untuk menjadi daging qurban. Hal itu berarti, diperkirakan daging qurban yang bisa dihasilkan dan dimanfaatkan oleh sapi tersebut nantinya bisa mencapai sebanyak 600 kilogram.
Menurut Tutus, sapi tersebut nantinya disumbangkan oleh Presiden kepada masyarakat Tulungagung, sehingga sapi tersebut juga akan disembelih di Tulungagung. Dalam hal ini, Bupati Tulungagung juga sudah menentukan lokasi penyembelihan sapi tersebut yakni di Masjid Baitul Khoir Kecamatan Bandung.
“Kemarin bapak Bupati Tulungagung sudah menentukan lokasi penyembelihan sapi ini, dimana sapi tersebut akan disembelih di Masjid Baitul Khoir Kecamatan Bandung,” tutupnya.



















