Sementara itu, saksi bernama Sutrisno (67), yang sedang berada di sekitar lokasi, melihat korban tersambar petir dan jatuh ke sebuah kali kecil selebar satu meter.
Karena takut dan sendirian, Sutrisno kemudian lari menuju Dusun Santren untuk meminta pertolongan warga. Tak lama, lima orang warga datang ke lokasi dan menemukan korban sudah dalam posisi telentang tanpa nyawa di aliran kali kecil dekat sawah.
Jenazah korban lalu dibawa pulang ke rumah duka. Pihak kepolisian yang menerima laporan segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Hasil pemeriksaan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan, hanya luka bakar akibat sambaran petir.
“Korban murni meninggal karena musibah alam, yakni tersambar petir. Kami imbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di luar ruangan, terutama saat cuaca ekstrem seperti hujan disertai petir,” pungkas Djulan.



















