Tak hanya jumlah, variasi besek yang dibuat juga semakin beragam. Mulai dari besek standar hingga versi premium dengan tambahan cat warna dan pegangan tangan. Harganya pun bervariasi, dari Rp2.500 per buah untuk ukuran kecil, hingga Rp20.000 tergantung model dan ukuran.
Berbekal kreativitas dan keuletan, Etikawati kini mampu meraup omzet hingga Rp50 juta per bulan saat momen Idul Adha.
Ia mengaku bersyukur, usahanya tak hanya membantu ekonomi keluarga, tapi juga memberdayakan warga sekitar untuk ikut bekerja dalam produksi.
Baca Juga :Larangan Study Tour Berdampak pada UMKM Kota Batu, ini Keluh Kesahnya
Muslihatin, salah satu pembeli, mengaku memilih besek bambu karena ramah lingkungan dan cocok digunakan sebagai wadah daging kurban.
“Pesan di sini karena kualitasnya bagus dan cepat selesai. Lagian kalau pakai besek lebih alami,” katanya.



















