Awalnya pada hari Selasa, sekitar pukul 08.00 WIB, korban membuka toko bangunan miliknya dan mulai berjualan. Selanjutnya sekitar pukul 12.00 WIB, dia menutup toko tersebut guna melakukan ishoma di rumahnya yang terletak di belakang toko.
Lalu ketika hendak berwudhu mendengar warga berteriak “Kobong-kobong” dan seketika itu pelapor berlari menghampiri dan melihat pada bagian belakang toko bangunan sudah dalam kondisi terbakar. Selain itu api semakin membesar.
Mengetahui hal tersebut pelapor menghubungi perangkat desa dan selang beberapa waktu datang petugas pemadam kebakaran. Diduga kebakaran akibat korsleting listrik.



















