Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Puluhan rumah di Tulungagung dilaporkan terdampak bencana, sehingga pemerintah tengah melakukan asesmen atas kerusakan tersebut. Pasalnya, pemerintah berencana untuk membantu perbaikan rumah warga yang terdampak bencana.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Tulungagung, Anang Prastitianto mengatakan, sesuai laporan yang diberikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, ada sebanyak 22 rumah terdampak longsor dari dua kecamatan yakni Pagerwojo dan Sendang.
Sesuai laporan ini, bencana longsor itu terjadi pada empat titik meliputi Desa Nyawangan Kecamatan Sendang sebanyak empat rumah, Desa Tugu Kecamatan Sendang sebanyak enam rumah. Kemudian Desa/Kecamatan Sendang satu rumah danDesa Samar Kecamatan Pagerwojo ada 11 rumah.
Baca Juga :Aiptu Ony, Polisi yang Jadi Terapis Energi Alam Tanpa Bayaran
“Sesuai laporan dari BPBD Tulungagung, ada sebanyak 22 rumah yang terdampak bencana tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Sendang dan Pagerwojo beberapa waktu yang lalu,” kata Anang Prastitianto, Rabu (11/6/2025).
Setelah mendapat laporan itu, ungkap Anang, pihaknya kemudian menugaskan tim dari Disperkim untuk melakukan asesmen dan meninjau langsung kondisi rumah tersebut. Diketahui hasil asesmen itu akan menentukan apakah rumah yang terdampak hanya perlu perbaikan atau justru pembangunan ulang.
Rencananya, jika rumah itu hanya perlu perbaikan, pihaknya akan membantu dengan memberikan uang senilai maksimal Rp 20 juta tergantung kategori kerusakannya. Sedangkan untuk rumah yang memerlukan pembangunan ulang, maksimal anggaran yang disediakan untuk satu rumah senilai Rp 35 juta.



















