“Inti utama even kopi ini menjadi ajang promosi sektor usaha kopi. Utamanya di Kota Blitar,” katanya lagi.
Dia mengakui, pada agenda tahun ini hanya digelar tiga tahun saja. Berbeda dengan tahun 2024 lalu yang berlangsung empat hari.
Pertimbangannya karena even tersebut juga terdampak efisiensi anggaran. Sebenarnya, ada rencana SCF ditiadakan. Tetapi karena sudah menjadi ikon baru di Kota Blitar, tetap digelar meski dikemas dengan sederhana.
Meski begitu, pihaknya memastikan acara tetap berlangsung dengan meriah dan bermakna. “Karena memang target kami untuk menumbuhkan iklim usaha kopi di Kota Blitar,” katanya.
Dia menjelaskan, pada even festival kopi ini, para barista tak hanya dari lingkup Jawa Timur saja, tetapi luar daerah. Seperti Jogjakarta dan daerah lain.
Baca Juga :Arus Lalu Lintas Dialihkan Selama Kirab Budaya Boyong Natapraja Nganjuk
Dengan harapan, bisa menularkan ilmunya kepada para pelaku usaha kopi agar lebih diminati konsumen. Sesuai dengan data terakhir, ada setidaknya 40 tenant yang bakal bergabung. “Sudah banyak yang gabung. Nanti ada pula acara penunjang,” katanya.
Pada 2024 lalu, perputaran uang dari agenda itu, tembus hingga Rp 60 juta lebih. Pada tahun ini harapannya tetap, meski hanya berlangsung tiga hari saja.
“Harapannya begitu. Tetapi yang lebih utama lagi, dengan even ini muncul entrepreneur baru di bidang usaha kopi,” pungkasnya.



















