Berbagai upaya yang dilakukan ini tentunya agar pelaksanaan parkir berlangganan bisa sesuai dengan aturan, sehingga potensi pemasukan pendapatan asli daerah (PAD) di Tulungagung jadi maksimal.
Baca Juga :Bazar Blitar Jadoel Dimulai Rabu, Suguhkan Kuliner Tradisional hingga Permainan Tempo Dulu
Pihaknya pun berharap agar semua pihak termasuk jukir dan masyarakat turut mendukung program ini demi pembangunan daerah.
“Bagaimanapun program ini ujung-ujungnya untuk pemasukan daerah, nantinya juga akan kembali ke masyarakat melalui pembangunan infrastruktur daerah, jadi mohon dukungan semua pihak,” ungkapnya.
Ronald menyebut, pelaksanaan parkir berlangganan nantinya akan dimulai pada 18 titik kantung parkir yang tersedia di wilayah perkotaan Tulungagung.
Dikarenakan kekurangan SDM, pelaksanaan parkir berlangganan akan dimaksimalkan pada wilayah perkotaan pada 18 titik kantung parkir.
Menurut Ronald, pelaksanaan parkir berlangganan ini paling cepat dilaksanakan pada September 2025, sehingga selama September-Desember 2025 ditargetkan ada Rp 3,7 miliar PAD yang masuk.
Baca Juga :Komplotan Polisi Gadungan Rampas Harta dan Aniaya Lansia
Namun pada tahun 2026 mendatang, potensi PAD dari parkir berlangganan akan sebesar Rp 11 miliar.
“Parkir berlangganan memang hanya difokuskan di perkotaan, karena untuk masuk ke kecamatan lain, SDMnya tidak cukup. Apalagi kami juga terbentur aturan yang melarang perekrutan tenaga honorer atau kontrak,” pungkasnya.



















