Dea yang turun di kelas 50 kg juga berhasil melaju hingga final, namun harus mengakui keunggulan lawannya dari Kabupaten Kediri dan menyumbang medali perak untuk Kota Batu.
Sementara itu, Rafael William yang berlaga di kelas 63 kg berhasil tampil gemilang. Ia mengalahkan lawannya secara langsung di partai final dan mempersembahkan medali emas bagi kontingen Kota Batu.
Baca Juga :Laka Maut di Ponorogo, Dua Orang Meninggal Dunia, ini Kronologinya
“Terlepas dari persoalan teknis penyelenggaraan, saya minta atlet tetap fokus pada pertandingan dan menjaga semangat juang. Hasil yang mereka raih ini adalah buah dari kerja keras dan latihan disiplin,” tambah Haris.
Buruknya pengaturan jadwal dan manajemen pertandingan bahkan sempat menuai protes dari sejumlah kontingen daerah, termasuk Kota Batu. Sejumlah keberatan resmi diajukan kepada panitia pelaksana, terutama terkait keputusan juri dan skorsing pertandingan selama beberapa jam.
Meski demikian, hasil dari cabor MMA ini kembali menambah perolehan medali Kota Batu dalam ajang Porprov Jatim IX 2025. Prestasi ini tentu akan menjadi motivasi untuk terus membina atlet-atlet bela diri yang berdaya saing tinggi di masa depan.



















