“Di Ndalem Pojok, masih ada kamar-kamar yang dulu dipakai Bung Karno sejak bayi. Bahkan siapa yang menggendong beliau saat lahir, dan siapa yang mengubur ari-arinya, itu masih dituturkan keturunannya sampai sekarang,” tambahnya.
Menurut Cak Arif, sudah saatnya narasi sejarah ini dikaji ulang. Apalagi ada dua buku yang mendukung dugaan lahirnya Bung Karno di Ploso, yakni Ida Ayu Nyoman Rai Ibu Bangsa dan Candradimuka.
Baca Juga :Warga Rejoagung Ploso Jombang Ganti Nama Gang Buntu Jadi Gang Bung Karno
“Jombang ini bukan sekadar tempat persinggahan. Bisa jadi, di sini Bung Karno dilahirkan. Sejarah itu dinamis, dan kita wajib menggali cerita yang belum tuntas,” ujar dia.
Anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Jombang itu juga menyampaikan, pihaknya telah mengeluarkan surat rekomendasi pada tahun 2024 agar situs kelahiran Bung Karno di Ploso Jombang itu ditetapkan sebagai cagar budaya peringkat kabupaten oleh Bupati Jombang.
“Oleh karenanya, saya berharap Bupati Jombang segera menetapkannya,” pungkasnya.



















