Lebih lanjut, Taufik menyebut, insiden kedua terjadi di jalan Desa Sukowiyono Kecamatan Karangrejo. Insiden kecelakaan lalu lintas ini terjadi sekitar pukul 22.00 WIB.
Insiden ini melibatkan mobil toyota calya nopol BG 1385 FR yang dikemudikan MDP dengan tiga pengendara sepeda motor warga PSHT.
Awalnya, MDP beserta lima penumpang di dalamnya melaju dari arah utara ke selatan, setibanya di TKP terdapat rombongan konvoi PSHT dari arah berlawanan dan memenuhi lajur jalan.
Baca Juga :Lupakan Gadget, Anak-anak Desa Miagan Pilih Main Tradisional saat Liburan Sekolah
MDP sebenarnya sudah berusaha menepi, namun beberapa kendaraan tersebut melaju cepat dan menabrak mobil MDP.
“Saat itu MDP tidak berani keluar dari mobil karena takut dimassa, sehingga dirinya segera pergi untuk mencari panitia PSHT untuk mengamankan diri,” ujarnya.
Kemudian insiden terakhir, jelas Taufik, terjadi di jalan Desa Podorejo Kecamatan Sumbergempol sekitar pukul 21.00 WIB yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia.
Kecelakaan ini melibatkan pengendara sepeda motor KLX nopol AG 4288 VBO yang dikendarai AEP (19) dan LP (19) warga Nganjuk.
Saat itu, dua pemuda itu yang tergabung dalam rombongan konvoi PSHT melaju dari arah selatan menuju utara, dimana saat itu dari arah berlawanan terdapat emak-emak pengendara Honda Beat nopol AG 4757 RAK.
Baca Juga :Penari Penabur Bunga di Sendang Tirto Kamandanu Harus Gadis Suci yang Belum Datang Bulan
Dua pemuda itu berniat mendahului kendaraan didepannya, namun justru menabrak pengendara di depannya.
“Akibat kejadian itu, korban pemotor emak-emak meninggal dunia di TKP. Untuk dua pemuda asal Nganjuk sudah diamankan dan dilakukan penahanan,” pungkasnya.



















