Delapan Kasus Malaria Ditemukan di Tulungagung, Mayoritas Tertular di Wilayah Endemik

Delapan Kasus Malaria Ditemukan di Tulungagung, Mayoritas Tertular di Wilayah Endemik
Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P), Dinkes Kabupaten Tulungagung, Desi Lusiana Wardani (Kiri) saat memberikan pernyataan terkait kasus Malaria.(isal/sejahtera.co)

Jenis malaria yang ditemukan adalah Malaria Vivax, jenis yang cenderung tidak memicu komplikasi serius dan jarang menyebabkan kematian. Meski begitu, Desi mengingatkan, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama karena wilayah pesisir Tulungagung cukup rentan menjadi tempat berkembangnya vektor penyakit tersebut.

Menurut data tahunan, jumlah kasus malaria di Tulungagung mengalami tren penurunan. Tahun 2023 tercatat 23 kasus, turun menjadi 21 kasus pada 2024, dan hanya 8 kasus hingga pertengahan tahun 2025. Meski menurun, potensi peningkatan kembali tetap ada seiring meningkatnya mobilitas warga ke daerah endemik.

“Malaria tidak terdampak cuaca, artinya kapan pun bisa berkembang. Jika ditemukan potensi penularan lokal, maka akan kami lakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE),” tandas Desi.

Read More

Dinkes Tulungagung pun mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika mengalami gejala malaria usai bepergian dari daerah endemik, guna mencegah penularan lokal lebih luas.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *