“Yang penting halal dan bermanfaat. Masih ada pelanggan yang menunggu tiap pagi. Itu yang bikin saya semangat,” tuturnya sambil tersenyum.
Sunyoto pun menjadi saksi hidup perjalanan Kota Kediri, dari masa Orde Baru hingga era digital seperti sekarang. Ia menyaksikan perubahan cara orang mengakses informasi, dari membaca halaman koran hingga menatap layar ponsel.
“Sekarang orang baca berita dari ponsel, tapi saya percaya masih ada yang rindu sensasi membuka koran, melipatnya, lalu membaca sambil ngopi. Itu kenikmatan yang enggak tergantikan,” ujarnya.
Baca Juga :Hari Kedua Masuk Sekolah, Lalu Lintas Kota Kediri Aman dan Lancar
Kisah Sunyoto menjadi simbol ketekunan dan konsistensi. Di tengah arus modernisasi, ia tetap menjaga tradisi baca cetak menyampaikan berita dari tangan ke tangan, dengan sepenuh hati yang tak lengkang oleh waktu ***


















