Lamongan, SEJAHTERA.CO – Ratusan tenaga kerja proyek dan sejumlah mandor pembangunan Stadion Surajaya Lamongan tahun 2024-2025 mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran.
Ancaman aksi unjuk rasa besar-besaran ini muncul akibat kekecewaan mereka terhadap PT. Wika Bangunan Gedung, Tbk., selaku perusahaan pelaksana proyek pembangunan Stadion Surajaya Lamongan, yang hingga kini belum melunasi sisa pembayaran upah kerja mereka.
Stadion Surajaya Lamongan yang menjadi kebanggaan warga Lamongan ini bahkan telah diresmikan oleh Presiden Prabowo dan sudah mulai digunakan.
Samijan, salah satu mandor, mengungkapkan kekesalannya. “Kami sudah menyelesaikan pekerjaan kami dengan waktu, tenaga, dan pikiran. Tapi mereka tidak pernah memikirkan kesulitan kami,” ujarnya, Rabu (16/7/2025).
Baca Juga :Siaran Radio, ini Cara Satlantas Polres Nganjuk Sosialisasi Operasi Patuh Semeru 2025
Karena tak kunjung dibayar, para mandor dan ratusan tenaga kerja proyek pembangunan Stadion Surajaya mengungkapkan kekecewaannya, karena stadion yang menjadi markas Persela Lamongan itu sudah diresmikan Presiden Prabowo Subianto dan sudah digunakan.
“Kami sangat – sangat kecewa. Karena stadion itu sudah diresmikan Pak Prabowo, bahkan sekarang sudah digunakan. Tapi hak kami belum dibayar lunas, sehingga kami harus menanggung beban tagihan upah pekerja, utang bank, dan warung makan yang belum terbayar dan sudah berbulan – bulan,” tambahnya.
Samijan mengaku telah melakukan berbagai upaya untuk menyelesaikan masalah ini.



















