Upah Belum Dibayar, Pekerja Proyek Stadion Surajaya Lamongan Ancam Demo Besar-besaran

Upah Belum Dibayar, Pekerja Proyek Stadion Surajaya Lamongan Ancam Demo Besar-besaran
Para mandor dan pekerja proyek pembangunan Stadion Surajaya Lamongan (suprapto/sejahtera.co)

“Kami sudah bertanya ke PT. Wika, bahkan mengadu ke Dinas Tenaga Kerja sampai ke Kementerian. Namun hingga kini tidak ada pihak yang mengerti kesulitan kami,” tegasnya.

Meskipun demikian, Samijan dan mandor lainnya masih berharap ada jalan keluar. “Kami mohon, bantu kami dalam persoalan ini. Andaikan posisi Anda di kami, pasti akan merasakan kebingungan yang sama,” harapnya.

Baca Juga :MPLS di SMPN I Ngasem Diisi dengan Pencegahan Perundungan dan Cegah Penggunaan Narkoba

Read More

Dampak dari molornya pembayaran upah ini tidak hanya dirasakan oleh para pekerja. Rofiah (53), pemilik warung makan di Jalan Pahlawan Lamongan, asal Desa Kebonagung, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, mengaku tercekik karena para pekerja proyek meninggalkan utang di warungnya hingga total Rp173.000.000.

“Saya juga kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Bahkan terpaksa berutang ke sana-sini untuk mencukupi kebutuhan keluarga saya,” keluh Rofiah saat ditemui awak media di warungnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat ini terdapat 13 mandor tenaga kerja (borongan/harian) proyek pembangunan Stadion Surajaya Lamongan yang belum menerima pembayaran lunas.

Baca Juga :Orang Tua Senang, Anaknya jadi Siswa SRMA Kediri, ini Ungkapannya

Nilai tagihan masing-masing mandor bervariasi antara Rp80 juta hingga Rp1 miliar, dengan total keseluruhan hampir mencapai Rp6 miliar yang belum dibayar oleh perusahaan konstruksi milik BUMN tersebut.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *