Ia juga menegaskan bahwa skema tenaga pendukung di tiap daerah bisa berbeda tergantung jumlah siswa dan kebutuhan masing-masing lokasi.
Targetnya, seluruh kebutuhan SDM dan fasilitas bisa dilengkapi secara bertahap mulai Agustus.
Baca Juga :Persiapan Mutasi Pejabat di Pemkab Blitar Tuntas, Tinggal Tunggu Restu Pusat
Hal senada disampaikan Kepala Sekolah Rakyat Jombang, Andik Minarto, yang menyebut konsumsi siswa SMP dan SMA hingga kini masih bersifat darurat.
“Memang belum ada dapur sendiri. Kami masih mengandalkan katering,” ungkapnya.
Sekolah Rakyat ini menempati bekas gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Kecamatan Mojoagung.
Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk memberikan akses pendidikan yang berkualitas dan setara bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Baca Juga :TMMD 125 Jombang Resmi Dimulai, TNI Fokus Bangun Jalan, Sumur, dan Rumah Warga
Meski belum berjalan sempurna, pemerintah daerah berharap Sekolah Rakyat ini dapat menjadi pijakan awal dalam meningkatkan kesejahteraan dan masa depan generasi muda Jombang.



















