Jalan itu menjadi kanvas mimpi, tempat anak-anak Desa Kromong menapakkan langkah menuju masa depan yang lebih cerah.
Baca Juga :Mayat Membusuk Ditemukan Dalam Sumur Rumah Kosong di Jombang
Kepala SDN Kromong, Parmi, mengungkapkan bahwa sebelum TMMD dimulai pada 23 Juli lalu, jalan tersebut sangat membahayakan, terutama saat musim hujan. Lumpur dan licinnya jalan kerap membuat guru dan siswa terjatuh.
“Hampir semua guru dan murid pernah terjatuh. Kegiatan belajar sering terganggu karena akses yang sulit dilalui,” tuturnya.
Kini, pihak sekolah mulai menyusun rencana agar anak-anak tidak hanya menikmati hasil pembangunan, tetapi juga belajar merawatnya.
“Kami ingin tanamkan nilai kehidupan, rasa memiliki, dan tanggung jawab sejak dini. Jalan ini bukan sekadar infrastruktur, tapi bagian dari cerita hidup mereka,” ujarnya.
Baca Juga :Polres Malang Ungkap Ladang Ganja di Belakang Kandang Ayam, Pelaku Diamankan
Sementara itu, Dandim 0814/Jombang, Letkol Kav Dicky Prasojo, menegaskan bahwa proyek TMMD bukan hanya soal bangunan fisik. Lebih dari itu, ini adalah bentuk nyata sinergi antara TNI, pemerintah, dan rakyat.
“Jalan ini mungkin tampak sederhana, tapi bisa mengubah masa depan anak-anak di sini,” pungkasnya.



















