Menurutnya, lomba ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk terus mencintai budaya daerah.
“Pecut Samandiman bukan hanya warisan, tapi juga ekspresi kreatif yang terus berkembang. Momentum Hari Jadi ke-1146 ini jadi pengingat bahwa budaya adalah kekuatan utama Kediri,” tegasnya.
Baca Juga :Dinas Perikanan Kabupaten Kediri Targetkan 18 Miliar Benih Ikan Lele Tahun 2025
Acara ini juga dihadiri Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Endang Kartika Sari, Staf Ahli Kemasyarakatan dan SDM Roni Yusianto, serta perwakilan dari KUPD. Dewan juri terdiri dari Winarto (Malang), Amin Jaya (Ponorogo), dan Widiasmoro (Kediri).
Menurut salah satu juri dari tiga juri pada perlombaan ini Widiasmoro dari Padepokan Pecut Samandiman Indonesia, penilaian lomba mencakup aspek wiraga (gerak), wirasa (rasa), dan wirama (irama).
“Kali ini banyak tampilan baru yang segar dan atraktif, membuktikan bahwa pecut bisa dikemas secara modern tanpa kehilangan ruh tradisinya,” ujarnya.
Baca Juga :Aksara Kawi, Warisan Leluhur yang Terlupakan, Tantangan bagi Generasi Milenial
Melalui gelaran ini, Kota Kediri menegaskan diri sebagai kota yang mapan, kreatif, dan kaya budaya dalam semangat Hari Jadi ke-1146.



















