Doa bersama dipimpin Slamet, tokoh agama sekaligus sesepuh desa yang akrab disapa Bapak Moden. Dalam lantunannya, ia memohon kelancaran TMMD, kebermanfaatan bagi masyarakat, dan keberkahan untuk desa.
Hermawan menegaskan, tradisi membawa tumpeng dan doa bersama adalah wujud syukur atas nikmat Tuhan. “Kami berharap TMMD dapat memajukan Kromong tanpa meninggalkan adat istiadat kami,” katanya.
TMMD ke-125 merupakan program lintas sektoral antara TNI, kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah yang bertujuan mempercepat pembangunan di daerah tertinggal, terpencil, dan terluar. Selain pembangunan fisik, TMMD juga memuat kegiatan nonfisik yang mengedepankan partisipasi aktif masyarakat.



















