“Untuk empat mobil, yaitu Bugatti Chiron, Mercedes-Benz 300 SL, Koenigsegg Jesko, dan Lamborghini Huracan Evo, pesanan datang dari luar negeri, tepatnya Spanyol dan USA. Sedangkan Ferrari 250 Testa Rossa dipesan dari Indonesia untuk properti destinasi wisata,” ungkap Dika, Selasa (9/9).
Ia sengaja membatasi jumlah produksi tiap tahun. Menurutnya, pengerjaan butuh waktu lama dan detail yang teliti, sehingga harus dikerjakan maksimal.
Permintaan tinggi membuat harga replika karyanya kini merangkak naik. Dari yang sebelumnya Rp 350 juta per unit, kini mencapai Rp 450 juta.
Baca Juga :Isi Bensin ke Botol, Ruko di Kalitengah Lamongan Ludes Terbakar, Pemilik Luka Bakar
“Harga naik karena bahan juga ikut mahal. Selain itu, semakin detail pengerjaan, tentu biayanya lebih besar,” jelasnya.
Sejak 2019, Dika menekuni dunia pembuatan replika mobil secara otodidak. Dari sekadar mencoba, kini ia telah menjelma menjadi pengrajin mobil replika yang diakui hingga luar negeri.



















