Kediri, SEJAHTERA.CO – Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar Apel Siaga sekaligus pengukuhan pengurus Kampung Siaga Bencana (KSB) di Lapangan Desa Ngancar, Kecamatan Ngancar, Kamis (13/11).
Dua KSB yang dikukuhkan adalah “Bendung Bebaya” dari Desa Siman, Kecamatan Kepung, serta “Tangguh Slamet” dari Desa Ngancar.
Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa, selaku pembina apel, menegaskan bahwa Kabupaten Kediri termasuk wilayah rawan bencana sehingga kewaspadaan dan kesiapsiagaan harus diperkuat demi meminimalkan risiko serta korban.
“Paradigma penanggulangan bencana kini bergeser dari responsif menjadi preventif, dari yang sektoral menjadi multisektoral, dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat,” ujarnya.
Mbak Dewi, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa pengurangan risiko bencana menjadi prioritas penting yang membutuhkan langkah berkelanjutan. Upaya tersebut mencakup identifikasi dini, peningkatan sistem peringatan kebencanaan, serta penguatan kapasitas masyarakat di tingkat desa.
Baca Juga :Taman Pedestrian Barat Kali Paron Lampaui 80 Persen, Usung Konsep Sejarah dan Budaya Kediri
“Kita harus kreatif, inovatif, dan cerdas dalam membangun budaya keselamatan serta ketahanan di semua tingkatan. Ini penting untuk meminimalisir risiko dan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat,” tegasnya.



















