Durian Fantasi di Kebun Durian Tengah Kota Batu, Setahun Menyemai Edukasi dan Rasa

Durian Fantasi di Kebun Durian Tengah Kota Batu, Setahun Menyemai Edukasi dan Rasa
Pengunjung sedang menikmati pemandangan Agrowisata Durian Fantasi. (Foto: Sholeh)

Filosofi utama Dufan justru terasa setelah durian selesai disantap. Kulit, biji, hingga sisa olahan tak serta-merta dibuang. Djonet menjelaskan, Dufan menerapkan prinsip zero waste sebagai bagian dari ekonomi sirkular. Semua bagian durian dimanfaatkan kembali, baik untuk kompos, bahan olahan, maupun edukasi lingkungan.

“Konsepnya menumbuhkan zero waste guna menjalankan prinsip ekonomi sirkular,” katanya. Pendekatan ini membuat Dufan tak hanya menjadi tempat wisata, tetapi juga ruang pembelajaran tentang keberlanjutan.

Soal kuliner, Dufan menawarkan beragam olahan durian sebagai menu andalan. Mulai dari ketan durian, pancake durian, kolak durian, hingga berbagai kreasi lainnya.

Read More

Aroma manis durian kerap menyambut pengunjung sejak memasuki area kebun. Bagi mereka yang kurang menyukai durian, tersedia pula pilihan menu lain, sehingga Dufan tetap ramah untuk semua kalangan.

“Kalau dulu makan durian di pinggir jalan, sekarang bisa makan durian di kebun yang berada di tengah kota,” ujar Djonet, menggambarkan pengalaman yang ingin dihadirkan Dufan.

Dari sisi akses, Dufan tergolong ramah di kantong. Tiket masuk dipatok Rp15 ribu, dengan cashback berupa voucher makan senilai Rp5 ribu. Dufan buka setiap hari mulai pukul 14.00 hingga 22.00 WIB, menjadi pilihan destinasi sore hingga malam hari bagi warga lokal maupun wisatawan.

Setahun berjalan, Durian Fantasi telah menjelma menjadi lebih dari sekadar tempat makan durian. Ia adalah cerita tentang kebun yang dipertahankan, edukasi yang ditumbuhkan, dan pariwisata yang dirancang agar selaras dengan alam. Di tengah geliat wisata Kota Batu, Dufan menawarkan satu pesan sederhana: rasa bisa dinikmati, alam tetap dijaga.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *