Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Sejak dua minggu terakhir, jatah distribusi gas LPG subsidi 3 kilogram di wilayah Kabupaten Tulungagung dikurangi yang menyebabkan sejumlah wilayah mengalami kelangkaan gas LPG.
Situasi kelangkaan stok gas LPG 3 kilogram ini membuat sejumlah pengecer di wilayah Kabupaten Tulungagung mulai menaikkan harga jual dari Rp20 ribu menjadi Rp22 ribu per tabung.
Pasalnya, dari agen pangkalan sendiri menjual tabung gas LPG 3 kilogram kepada pengecer dari yang semula sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp18 ribu menjadi Rp20 ribu.
Salah satu toko pengecer di Kecamatan Gondang, Erda Septania mengatakan, agen distribusi gas LPG 3 kilogram langganannya mulai mengurangi jatah pasokan kepada pengecer sejak dua pekan terakhir.
Baca Juga Kisah Penelusuran Jejak Lahirnya Sang Proklamator di Tanah Jombang
Padahal permintaan masyarakat terhadap gas LPG 3 kilogram selama bulan Ramadan cukup banyak.
Sebab, saat kondisi normal, pihaknya biasanya mendapatkan jatah pasokan gas LPG 3 kilogram dari agen sebanyak 25 tabung, dan agen melakukan pengiriman satu minggu sekali.
Namun dua pekan terakhir, bengiriman berkurang menjadi 20 tabung hingga puncaknya pada minggu ini hanya sebanyak 17 tabung.
“Awalnya mendapat jatah 25 tabung gas LPG 3 kilogram, kemudian dikurangi menjadi 20 tabung dan kemarin saya hanya dapat jatah 17 tabung gas LPG 3 kilogram,” kata Erda Septiani, Minggu (8/3/2026).
Atas kondisi itu, ungkap Erda, jatah pasokan gas LPG 3 kilogram yang diberikan oleh agen hanya mampu bertahan sekitar tiga hari saja sebelum habis terjual.
Meski terjadi pengurangan stok tabung LPG 3 kilogram, namun pengiriman dari agen ke pengecer tetap rutin dilakukan selama satu minggu sekali.
Pihaknya sempat mencoba mengonfirmasi kondisi pengurangan jatah tabung LPG ini kepada agen, namun pihaknagen tidak bisa memberikan jawaban secara pasti terkait kapan distribusi gas LPG ini dapat kembali normal.
Meski ada pengurangan stok, pihaknya memastikan harga jual tabung LPG 3 kilogram kepada masyarakat masih sama.



















