Jombang, SEJAHTERA.CO – Sebuah rahasia sejarah yang terkubur selama puluhan tahun di belantara Ploso, Jombang, perlahan mulai tersingkap.
Adalah Arif Yulianto, atau yang akrab disapa Cak Arif, sosok pemerhati sejarah yang menghabiskan hampir satu dekade waktunya untuk merajut kepingan puzzle kelahiran Presiden pertama RI, Ir. Soekarno.
Perjalanan spiritual dan intelektual ini membawa narasi baru, bahwa Sang Fajar tidak hanya terbit dari Surabaya, melainkan memiliki akar kuat di wilayah Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, pada 6 Juni 1902.
Cak Arif mengisahkan, pengembaraan ini bermula dari pertemuannya dengan peneliti sejarah Panji, almarhum Semar Suwito, di Banjarnegara pada 2015 silam.
“Setelah kenal dengan Pak Semar, kami sering kontak-kontak lewat telepon seluler. Dan sekitar tahun 2016, beliau mengajak saya ke Ndalem Pojok Wates Kediri untuk melihat acara budaya,” kenang Cak Arif, kepada Koran Memo, Minggu (8/3/2026).
Gerbang sejarah semakin terbuka lebar saat ia mulai menapakkan kaki di Situs Persada Soekarno Kediri.
“Beliaulah yang mengenalkan saya dengan Ndalem Pojok,” tegasnya. Bahkan, Cak Arif mendapatkan kehormatan langka untuk menyelami aura sang proklamator lebih dekat,” ungkapnya.
“Beberapa kali saya dipersilahkan tidur di kamar Bung Karno remaja oleh keluarga Ndalem Pojok,” sambungnya.
Eksplorasi Cak Arif tak berhenti di ruang diskusi. Pada 2019, ia mulai berani mempublikasikan temuan-temuannya meski sumber saat itu masih sangat terbatas.
“Kalau tidak salah, narasumbernya Mas Kushartono dan Mas Dian Sukarno,” ujarnya.



















