Menurutnya, penetapan WBTB menjadi fondasi penting dalam memperkuat identitas daerah. Pelestarian Jaranan Sentherewe dinilai penting agar tidak hilang ditelan zaman.
Baca juga:Petugas Kesehatan di Tulungagung Masih Temukan Adanya Warga Menolak Vaksin, Ternyata ini Alasannya
“Kami akan terus melestarikan Jaranan Sentherewe dengan menampilkannya dalam berbagai kegiatan, seperti pada pembukaan Kejurprov I Woodball Jawa Timur 2026,” ujarnya.
Ardian menambahkan, masyarakat Tulungagung telah lama akrab dengan kesenian jaranan yang dulunya hadir dalam berbagai kegiatan ritual dan budaya.
Baca juga: Petugas Kesehatan di Tulungagung Masih Temukan Adanya Warga Menolak Vaksin, Ternyata ini Alasannya
Jaranan Sentherewe sendiri lahir dari gagasan seniman tradisional pada 1958, saat minat masyarakat terhadap kesenian jaranan mulai menurun dan kesenian ludruk mulai berkembang.
“Jaranan Sentherewe merupakan perpaduan antara kesenian jaranan Jawa dan ludruk, dengan memadukan gerak tari ngremo dan gerak tari jaranan,” pungkasnya.



















