Upaya pencarian langsung dilakukan dengan mengerahkan dua perahu karet milik Basarnas Trenggalek dan BPBD Tulungagung. Tim SAR dibagi menjadi dua, yakni pencarian melalui jalur sungai dan penyisiran darat di sepanjang bantaran sungai.
“Pencarian difokuskan di titik awal korban diduga terjatuh, kemudian akan diperluas hingga radius maksimal lima kilometer,” jelasnya.
Baca Juga :WFH ASN di Ponorogo Mulai Diterapkan, DPRD Tekankan Jangan Sampai Dianggap Libur
Selain itu, tim SAR juga berkoordinasi dengan potensi SAR di wilayah Kabupaten dan Kota Kediri, serta mengimbau masyarakat di sekitar aliran Sungai Brantas untuk segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung, Teguh Abianto, menyebut pihaknya telah mengantongi ciri-ciri korban berdasarkan keterangan keluarga. Saat terakhir terlihat, korban mengenakan kaos lengan panjang hitam, celana hitam, kerudung cokelat, dan sepatu slip-on hitam.
Petugas juga menemukan sepucuk surat di dalam tas korban yang berisi pesan kepada keluarga. Dalam surat tersebut, korban menuliskan ucapan terima kasih dan kalimat perpisahan.
Baca Juga :Kasus Dugaan Penipuan Pernikahan Sesama Jenis di Malang, Terlapor Buka Suara
“Dalam surat itu korban berpamitan kepada keluarga,” pungkas Teguh.



















