Dari sawah itulah, akhirnya bisa mendaftar haji. Pada 2017 lalu, membayar tahap pertama Rp25 juta dan berlanjut pelunasan pada beberapa bulan lalu.
“Dari mana lagi kalau bukan dari hasil menabung panen sawah. Ketika panen menyisihkan uang untuk ditabung hingga akhirnya bisa mendaftar. Daftarnya juga bareng-bareng,” katanya.
Saat ini, Slamet dan Damanhuri bersiap diri. Bukan hanya mental tetapi juga fisik. Setiap pagi, jalan pagi olahraga. Selain itu juga menjaga kondisi badan dengan minum jamu.
Harapannya ketika menjalankan rukun haji, lancar tanpa kendala. Karena masih saudara kandung dan sama-sama berangkat, keduanya pun saling janji untuk menjaga.
Utamanya ketika di Makkah ataupun Madinah. Selain itu, juga saling mengingatkan. “Ketika nanti tawaf, gandeng tangan. Khawatir ketinggalan rombongan,” pungkasnya.



















