DPRD, lanjutnya, akan mendorong komunikasi lintas daerah guna mencari kesepahaman, termasuk melibatkan dinas terkait dan lembaga berwenang.
Sementara itu, Ketua TACB Jombang Nasrul Ilah menilai pertemuan ini sebagai langkah awal yang penting untuk mempercepat proses klarifikasi sejarah.
“Kuncinya adalah mempertemukan dua perspektif, antara Jombang dan Surabaya, agar ada kesepahaman,” ujarnya.
Di sisi lain, Pembina Situs Persada Soekarno Kediri, R.M. Kuswartono, mengklaim bahwa hasil penelusuran selama ini telah menguatkan dugaan bahwa Bung Karno lahir di Jombang.
Ia menyebut sejumlah temuan berupa artefak, dokumen, serta memori kolektif masyarakat menjadi penguat kajian tersebut.
“Data yang kami temukan sudah saling melengkapi antara bukti fisik dan penuturan keluarga maupun masyarakat,” ungkapnya.
Pertemuan ini menjadi titik awal bagi DPRD Jombang untuk menindaklanjuti kajian secara lebih komprehensif, termasuk rencana peninjauan langsung ke lokasi di Desa Rejoagung.
Baca juga:Cemburu Buta Berujung Maut, Teman Sendiri jadi Korban, Jasadnya Hanyut ke Jombang
Melalui proses ini, diharapkan polemik terkait lokasi kelahiran Bung Karno dapat dikaji secara lebih mendalam dan menghasilkan kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.


















